myidaayu.com

Gerakan 7 KAIH dan Peran Orang Tua: Menjadi Teladan Sebelum Menjadi Evaluator

7 komentar
“Bunda, boleh ga aku pinjam HP-nya?”, rengek Dea siang itu.
“Main bareng aja Dea, kan lagi di rumah saudara, banyak temannya …”, jawabku.
“Tapi semuanya nonton HP, Bund!”, suara Dea mulai meninggi, membuatku ikut mengamati sekitaran.
 
Perkembangan teknologi
Gambar ilustrasi menggunakan AI

Rupanya benar, meskipun kami sedang di acara kumpul keluarga besar dan banyak sepupu Dea yang ikut datang namun mereka sibuk dengan gawai masing-masing. Sebuah fenomena yang kini umum kita jumpai, ketika kemajuan teknologi membawa perubahan yang tak dapat kita hindari. Sebagai orang tua tentu saja terkadang muncul kekhawatiran akan dampak kemajuan teknologi terhadap tumbuh kembang anak-anak.

Kemendikdasmen RI melihat tantangan besar saat ini; perkembangan teknologi, gaya hidup instan, penurunan karakter dan kepedulian sosial serta pentingnya membangun generasi yang sehat fisik mental dan spiritual. Oleh karena itu lahirlah sebuah program yang kita kenal sebagai “Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH)”.
“Penanaman Pendidikan karakter tidak harus melalui berbagai macam teori, tapi membangun karakter dengan membangun pembiasaan, yang dengan pembiasaan itu akan terbangun kebiasaan, dari kebiasaan terbentuk kepribadian, dari kepribadian terbangun peradaban.”

Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed.,
Mendikdasmen

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Tujuh kebiasaan yang diperkenalkan oleh Kemendikdasmen RI meliputi:
  1. Bangun Pagi
  2. Beribadah
  3. Berolahraga
  4. Makan Sehat dan Bergizi
  5. Gemar Belajar
  6. Bermasyarakat
  7. Tidur Cepat
Dengan membiasakan perilaku positif ini, diharapkan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter yaitu anak yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual, cerdas dan kreatif, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya.

Nah, supaya pembiasaan perilaku positif ini dapat tercipta, sebagai orang tua maka apa yang dapat kita lakukan? Tetap baca disini ya!

1. Bangun Pagi

Parents, adakah yang di rumahnya sudah membiasakan anak bangun pagi? Jam berapa biasanya si kecil bangun pagi?

Bangun pagi adalah aktivitas seseorang untuk bangun dari tidur pada waktu pagi hari, biasanya antara pukul 04.00 hingga 06.00. Kebiasaan bangun pagi itu ternyata penting dilakukan sejak usia dini, tujuannya adalah untuk menjadikan anak lebih siap menghadapi aktivitas harian dengan ceria, sehat, dan produktif.

Adapun yang dapat kita lakukan sebagai orang tua agar kebiasaan ini dapat diterapkan di rumah adalah dengan :
  •  Membiasakan pola tidur teratur
  •  Membangunkan anak dengan lembut
  •  Membuat rutinitas pagi yang menyenangkan
  •  Memberi apresiasi

2. Beribadah

Beribadah dapat meningkatkan kualitas spiritual terhadap Tuhan, menanamkan nilai-nilai moral, dan membersihkan hati dari sifat negatif, sehingga memberikan ketenangan hati yang membuat kesehatan mental dan pembentukan karakter semakin baik. Orang tua berperan sebagai guru pertama yang memberikan contoh dan membiasakan anak dalam kegiatan ibadah sehari-hari.

Beribadah menjadi salah satu gerakan yang perlu diterapkan kepada anak sejak dini. Manfaat dari pembiasaan ibadah ini di antaranya :
  • Mendekatkan hubungan individu kepada Tuhan
  • Meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial.
  • Meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna.
  • Meningkatkan kebersamaan dan solidaritas
  • Meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan.

3. Berolahraga

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” bukan sekadar ungkapan. Saat anak rutin melakukan kebiasaan ke-3 dalam Gerakan 7 KAIH, yaitu berolahraga, mereka tidak hanya menguatkan tubuh, tetapi juga melatih disiplin, percaya diri, dan semangat menghadapi tantangan setiap hari.

Penerapan kebiasaan berolahraga dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, di antaranya adalah dengan :
  • Orang tua memberi contoh
  • Membuat jadi menyenangkan
  • Mengurangi interaksi dengan gadget
  • Memberi apresiasi
  • Mengenalkan permainan tradisional
  • Menjadikan sebagai rutinitas

4. Makan Sehat dan Bergizi

Sebagai orang tua tentu kita akan selalu berusaha memberikan segala yang terbaik untuk anak ya Parents, termasuk juga dengan makanan. Makan sehat dan bergizi menjadi salah satu gerakan dalam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Namun tahukah parents bahwa makan sehat dan bergizi bukan hanya dilihat dari apa makanannya ya, tapi juga pola makannya.

Pola makan teratur dengan mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang berguna untuk memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga mendukung kesehatan fisik dan mental. Supaya kebiasaan ini mudah untuk diterapkan dirumah, beberapa kegiatan ini dapat coba dilakukan bersama anak:
  • Sering memasak di rumah
  • Makan bersama keluarga
  • Edukasi sejak dini

5. Gemar Belajar

Gemar belajar adalah kebiasaan atau sikap seseorang untuk terus menambah pengetahuan, keterampilan, atau wawasan baru dengan rasa senang, antusias, dan berkeinginan kuat. Gemar belajar menjadi salah satu kunci pengembangan diri. Manfaat dari kebiasaan gemar belajar ini adalah :
  • Pengembangan diri.
  • Menumbuhkan kreativitas dan imajinasi.
  • Menemukan kebenaran dan pengetahuan.
  • Membentuk kerendahan hati dan empati.
Untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan melibatkan anak dalam kegiatan yang menarik dan relevan dengan minat anak, strategi berikut ini dapat di coba ya parents!
  • Melibatkan seluruh anggota keluarga dalam kegiatan belajar
  • Menghubungkan kegiatan belajar dengan bercerita dan bermain
  • Melakukan eksperimen sains sederhana di rumah

6. Bermasyarakat

Kebiasaan individu yang saling berinteraksi, bekerja sama, dan berperan sosial serta terlibat dalam kegiatan sosial, budaya, atau lingkungan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan saling mendukung disebut bermasyarakat. Kebiasaan bermasyarakat penting dalam perkembangan anak usia dini karena membantu belajar keterampilan sosial, nilai-nilai moral, membangun kepercayaan diri, dan peduli lingkungan.

Untuk membantu anak membiasakan diri untuk bermasyarakat, parents dapat mencoba beberapa hal berikut :
  • Membangun Jaringan Sosial dengan mengajarkan anak-anak untuk berteman dan berinteraksi dengan siapa saja.
  • Mengembangkan Keterampilan Sosial seperti mendengarkan aktif, berempati, dan terlibat dalam interaksi yang tulus.
  • Aktivitas Sukarela dengan mendoronganak untuk ikut bersosialisasi dan berpartisipasi dalam kemajuan lingkungan atau komunitas.
  • Mengatasi Kepentingan Pribadi dengan melatih anak untuk mengedepankan kepentingan bersama (kelompok/lingkungan/komunitas).
  • Bermain Permainan Tradisional sebagai Sarana Interaksi Sosial
  • Beribadah di tempat ibadah membantu membiasakan interaksi, saling peduli, dan menghormati sesama.

7. Tidur Cepat

Tidur cepat merupakan kebiasaan tidur tepat waktu secara teratur dan tidak larut malam, yang disesuaikan dengan kebutuhan ideal waktu tidur anak agar dapat bangun pagi. Manfaat dari kebiasaan ini antara lain :
  • Menjaga Organ Tubuh Pulih dan Berfungsi Optimal.
  • Memulihkan Mental dan Emosional.
  • Menjaga Keseimbangan antara Aktivitas dan Ketenangan.
  • Meningkatkan Produktivitas.
Untuk membantu anak dapat tidur cepat parents dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
  • Menetapkan jam tidur dan bangun
  • Lingkungan tidur nyaman
  • Menghindari menonton gawai sebelum tidur
  • Olahraga teratur
  • Menciptakan waktu berkualitas

Peran Orang Tua Dalam Gerakan 7KAIH

Orang tua perlu membimbing dan mencontohkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat sehingga diteladani dan dilakukan oleh anak. Kebiasaan tersebut perlu ditumbuhkembangkan secara bertahap dan berulang melalui pendekatan yang sesuai dengan usia anak. Oleh karena itu, pihak keluarga (orang tua) perlu bekerja sama dengan pihak satuan pendidikan untuk memantau penerapan tujuh kebiasaan ini, baik yang dilakukan di rumah maupun di sekolah. Orang tua memegang peran yang penting dalam terciptanya pembiasaan positif anak sejak dini. 

Peran Orang Tua

Semoga kita semua selaku orang tua dapat memerankan tugas kita sebaik mungkin agar dapat mendukung kebiasaan baik yang akan membentuk karakter pada anak-anak kita kelak.

Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/
                                              
Terima kasih telah berkunjung dan membaca, salam hangat!

Ida Ayu Rahmawati
Fasilitator Sidina Community






Related Posts

7 komentar

  1. Masih terus berusaha agar anak2 punya kebiasaan baik ini. Kadang satu udah jalan, yang lain kendor. Ya, gitu deh

    BalasHapus
  2. Dari ketujuh kebiasaan tersebut, menurut saya yang paling menantang justru konsistensinya, terutama soal membatasi gawai, tidur lebih cepat, dan membiasakan anak gemar belajar. Saya setuju bahwa peran orang tua sebagai teladan sangat penting, karena anak biasanya lebih mudah meniru apa yang dilakukan daripada sekadar mendengar nasihat.

    BalasHapus
  3. saking urgentnya masalah gawai ini, pemerintah sampai mengeluarkan gerakan kebiasaan anak indonesia hebat (KAIH) ya mba...kita juga harus senantiasa memberikan teladan yang baik.

    BalasHapus
  4. Aku baru dengar tentang gerakan 7 KAIH ini mbaa dan kesemuanya bisa membantu anak agar lebih disiplin dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri..PR banget sie ini untuk memulai kebiasaan 7 KAIH dirumah

    BalasHapus
  5. Andai tidak masuk pondok, pasti anak saya juga gak bisa lepas dari gadget
    Alhamdulillah karena melanjutkan ke pondok akhirnya bisa lepas gadget
    Walau pas libur tetap kembali ke monitor. Hehehe...

    BalasHapus
  6. Selain ada gerakan 7KAIH, kayaknya harus ada juga pemberlakuan jam penggunan hp di rumah biar anak² bisa bersosial langsung minimal dengan orang-orang di rumah

    BalasHapus
  7. Iya neh, di sekolah anak saya juga ada 7 KAIH ini. Tapi mudah-mudahan bukan sekedar check-list ya, tapi benar-benar bisa menumbuhkan kebiasaan baik bagi anak dan memang butuh peran orangtua di sini.

    BalasHapus

Posting Komentar